GINANJAR UDIARERA KRESNANANTA

Berpacu menjadi yang terbaik

non linear
diposting oleh diarera21-fst10 - 24 September 2012
kategori : Umum - 0 komentar

Bingung?? Yak benar, itu yang terlintas di benak saya ketika harus menulis tentang batas-batas non linear dan konvensional . Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram. Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf. Orang awam menyebut kalau non linear merupakan suatu gerakan intelegent computer yang melewati batas-batas dimana semua hokum bekerja, menembus batas ilmiah. Sehingga masalah non linearitas tidak bisa di selesaikan dengan persamaan matematik sederhana melainkan harus dengan persamaan rumit yang tentu saja tidak bisa setiap orang menguasainya.

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam robotik adalah suatu algorithma (yang dipandang) cerdas yang diprogramkan ke dalam kontroler robot. Pengertian cerdas di sini sangat relatif, karena tergantung dari sisi mana sesorang memandang.
Para filsuf diketahui telah mulai ribuan tahun yang lalu mencoba untuk memahami dua pertanyaan mendasar: bagaimanakah pikiran manusia itu bekerja, dan, dapatkah yang bukan-manusia itu berpikir? (Negnevitsky, 2004). Hingga sekarang, tak satupun mampu menjawab dengan tepat dua pertanyaan ini. Pernyataan cerdas yang pada dasarnya digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir manusia selalu menjadi perbincangan menarik karena yang melakukan penilaian cerdas atau tidak adalah juga manusia. Sementara itu, manusia tetap bercita-cita untuk menularkan kecerdasan manusia kepada mesin. http://kecerdasan-buatan.blogspot.com/

Kali ini akan membahas tentang nonlinear asimo. Beberapa yang berhubungan dengan nonlinear suatu asimo adalah bagaimana asimo bisa mengamati suatu wajah seseorang, bagaimana asimo bisa berjalan dan bagaimana asimo bisa memegang telur. Dalam memegang telur tentunya kita tidak bisa menjelaskannnya dengan persamaan matematika sederhana, hal ini bentuk telur yang berbeda dan kekuatan telur yang berbeda. Jika kita menggunakan rumus konvensional seperti “if” tentu tidak akan bisa, mugkin untuk memegang telur A akan bisa namun sangant tidak bisa untuk memegang telur B atau C karena bentuk telur A,B,C yang berbeda. Hal yang sama terjadi ketika asimo mengamati wajah seseorang. Tentunya jika yang dipakai persamaan-persamaan sederhana sangat sulit untuk mengamatinya, ketika seseorang memiliki jerawat atau seseorang mengubah model rambut tentunya akan berbeda juga hasilnya.

Video dibawah ini merupakan video mengenai apa saja yang bisa dilakukan Asimo.



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Umum (19)

Pengunjung

5455